Selasa, 05 Maret 2013

Menyapu Hikmah dari Ikan Sapu-Sapu


“Tiada yang lebih sabar dari ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys). Disimpan di kolam, bahagia, dipindahkan ke baskom, berterima. Diam di air jernih atau di lumpur, ia tetap bersyukur. Diberi makan pelet, senang, lupa diberi makan, ia lumat lumut itu. Ketika pompa air mati, disergapnya oksigen langsung dari udara. Ia bisa hidup dengan siapa saja, apakah koi, red sumatera, atau nila. Banyak kaca akuarium berhutang bersih kepadanya. Ia tahu bukan pilihan menu ikan bagi manusia oleh sebab itu ia terima dirinya apa adanya. Jika nasib membuat tubuhnya berwarna-warna, ia tak jadi jumawa, namun juga ia tak pernah rendah diri di hadapan ikan-ikan lain jika tubuhnya hitam sewarna saja.”

Dari ‘Guru’ Sastrawan: Pak Cecep Samsul Hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar