Kamis, 21 Maret 2013

/Sajak Rembulan/



hembusan angin riang mengembara
indah meliuk di tengah gurun Sahara
nyanyi-kan kehidupan di tengah rimbai cemara
duhai keindahan dan karunia Tuhan
untuk sang rembulan Qamarun aku melaju mengejar menggapai
nama yang terukir di ufuk senja dan angin malam
jikalah gunung masih setia berdiri kokoh dan tegar
andai saja laut masih sabar menuai gelombang besar
maka aku lah pelaut yang bersedia menarik roda yang berputar
impikan laju bahtera yang berlabuh di hati sang rembulan
lihatlah, lentera keridhaan kian terang bak bintang Al-Khulaifah
aliran cahayanya lesat menuju bintang Al-Adiba nan indah
hinggap di antara rangkaian dua siluet, kian berkilau dan megah

Bogor, 21 Maret 2013
SAZ

Selasa, 19 Maret 2013

Syukur


Ketika kita bangun di pagi hari, bersyukurlah atas (adanya) cahaya fajar, kehidupan, kesehatan dan kekuatan. 
Bersyukurlah atas kelapangan dan kegembiraan hidup. 
Jika kita tidak melihat alasan untuk berterima kasih kesalahan terletak dalam diri kita sendiri. 

Salam hangat, ^_^
SAZ

Selasa, 12 Maret 2013

Horison dalam Cermin Puisi















/Sajak Hati/


Tatkala gunung berdiri
Menopang langit dan membebani bumi
Menahan angin dan menghalau udara

Dan hati ini pun berdiri
Menopang rasa dan membebani nurani
Menahan hawa dan menghalau cinta

Tatkala air berlari
Mendorong bumi dan mengejar langit
Memberi hidup dan membawa mati

Dan hati ini pun berlari
Mendorong jati dan mengejar sengit
Membuang janji dan memberi bukti

Tatkala api bernyanyi
Membawa syair maut dan menelan hidup
Melagu sunyi dan bernada biru

Dan hati ini pun bernyanyi
Membawa syair rindu dan menelan gugup
Melagu sepi dan bernada sendu


SAZ
Bandung, 29 April 2008

Selasa, 05 Maret 2013

Seorang Wali di Rumahku


Suatu hari aku meminta didoakan oleh salah seorang guru, “Ustadz, doakanlah saya agar hidup saya sukses”. 
Bukan mendoakan, beliau malah berkata, “Antum jangan minta doa sama ana, antum punya salah seorang wali di rumah yang bisa dengan cepat mengabulkan segala hajat antum karena doanya”. Aku terhenyak, “Betulkah ustadz? Di rumah saya ada seorang wali? Ia menjawab, “Ya, wali tersebut adalah orang tuamu terutama ibumu. Berbaktilah antum kepadanya jika dia masih hidup maka antum akan mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah. Doa darinya tiada tertolak, Insya Allah mustajab.”
Duhai, ibu …:')

SAZ, 2013

Menyapu Hikmah dari Ikan Sapu-Sapu


“Tiada yang lebih sabar dari ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys). Disimpan di kolam, bahagia, dipindahkan ke baskom, berterima. Diam di air jernih atau di lumpur, ia tetap bersyukur. Diberi makan pelet, senang, lupa diberi makan, ia lumat lumut itu. Ketika pompa air mati, disergapnya oksigen langsung dari udara. Ia bisa hidup dengan siapa saja, apakah koi, red sumatera, atau nila. Banyak kaca akuarium berhutang bersih kepadanya. Ia tahu bukan pilihan menu ikan bagi manusia oleh sebab itu ia terima dirinya apa adanya. Jika nasib membuat tubuhnya berwarna-warna, ia tak jadi jumawa, namun juga ia tak pernah rendah diri di hadapan ikan-ikan lain jika tubuhnya hitam sewarna saja.”

Dari ‘Guru’ Sastrawan: Pak Cecep Samsul Hari