Selasa, 05 September 2017

Ngaji Yuk di Berlian Langit

Kita Ngaji yuk... di .... 
Majelis Ta'lim Berlian Langit











Majelis Ta'lim Berlian Langit
Bersama:
Ustadz Ahmad Lutfi Al Batawie, S.HI









Kajian Kitab Fiqih Tasawwuf

Setiap Selasa Malam Rabu pukul 20.00 (ba'da Isya) sd selesai
🕌
di Majelis Sunanul Huda Kalimurni
Jl. KH. Sa'dullah No.6 Kalimurni RT05/01 Kel. Kencana Kec. Tanah Sareal Kota Bogor.
#⃣

Acara:
 Bada Magrib : Pembacaan Maulid Simtudduror
 Bada Isya:
1. Kajian Fiqih Munakahat (Nikah).
2. Kajian Kitab Ayyuhal Walad (Imam Ghazali).
 Sesi Tanya Jawab


👍🏻
Edisi spesial buat kamu2 yg haus akan ilmu agama Islam, terutama masalah fiqih remaja, wanita, nikah, akhlak, dll. merupakan referensi ilmu yg wajib dipahami bagi para pemuda pemudi ikhwan akhwat.
🌟🌟📝📝
Jangan lupa hadir yaa, dan tentunya ajak sahabat dan keluarga.
👬👨‍👩‍👧‍👧
Untuk umum (pria/wanita). 👳👩🏻
Harap membawa alat tulis. 📒📚🖊
🌙🌟🌙🌟🌙🌟

Contact Person:
👳Sa'dullah AZ
08987041198
D22B8FCC
👳Musyfiq AZ
0895352120891
D0EC4C9D
😃 Day of Berlian Langit 😄

Jumat, 07 April 2017



Jawa Barat Bershalawat 2017, Tabligh Akbar Paling Spektakuler Tahun Ini

Jawa Barat Bershalawat 2017 di Stadion Pakansari Bogor

PAKANSARI-BOGOR (SAZ): Suasana Bogor masih seperti biasa, sejuk dan asri. Dari kejauhan, pemandangan Gunung Salak masih samar terlihat, tertutup kabut asap usai hujan deras. Di timur Bogor, tepatnya wilayah ibukota Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak seperti biasanya diramaikan oleh deretan umbul-umbul berwarna merah biru. Di halaman parkir utama Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, berjejer puluhan kendaraan bermotor milik kru dan jamaah Majelis Syababul Kheir “SYAM”. Sore itu (Jumat, 7/4), mereka bersiap-siap merapikan tempat yang akan dijadikan perhelatan akbar di Jawa Barat tahun ini, yaitu Tabligh Akbar “JAWA BARAT BERSHALAWAT 2017”.
Al Habib Mahdi Bin Hamzah Assegaf, Pimpinan Majelis SYAM
          Event tahunan yang rutin diadakan oleh Majelis Taklim Syababul Kheir “SYAM” Bogor pimpinan Al Habib Muhammad Mahdi bin Hamzah Assegaf ini merupakan kegiatan tabligh akbar, syiar shalawat, tausiyah agama dan tasyakuran Milad (ulang tahun) ke-7 berdirinya majelis taklim. Sekitar sejak 2010 silam, Habib Mahdi, mendirikan perkumpulan pemuda Islam di daerah Bantar Jati Bogor. Berawal dari tiga orang pemuda beliau ajak mengaji, hingga sekarang berkembang menjadi ribuan jamaah setiap malam Ahadnya.

Milad SYAM Ke-7
          Rencananya, acara Jawa Barat Bershalawat 2017 ini akan dibuka dengan sambutan Bupati Bogor dan Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor. Selain itu, diperkirakan ribuan jamaah dari seluruh wilayah Bogor Raya, Jawa Barat dan beerapa perwakilan dari daerah di Indonesia dan Luar Negeri akan memadati kawasan Stadioan Pakansari Bogor, besok Sabtu (7/8) malam. Hal ini disebabkan oleh faktor kemeriahan acara dan letak stadion yang cukup strategis. Berada di pinggir kawasan kompleks Pemkab Bogor, perhelatan Jawa Barat Bershalawat 2017 akan dimeriahkan oleh penampilan Mostafa Atef “Qamarun”, penyanyi terkenal Mesir dan Mustafa Daud, personil Grup DEBU. Keduanya akan berkolaborasi dengan tim Hadroh Ahbabul Mukhtar Bogor. Sama seperti even sebelumnya, Mostafa Atef dan Mustafa Daud DEBU akan menyapa ribuan jamaah dengan lantunan shalawat dan lagu-lagu islami. Khusus tim Hadroh Ahbabul Mukhtar, sedianya akan menampilkan syair Milad Ke-7 majelis.
Logo Majelis SYAM
        Bukan saja pembacaan shalawat dan maulid nabi yang diiringi hadroh, dalam acara ini juga akan dilakukan zikir & doa bersama menyambut Milad Majelis Syababul Kheir “SYAM” Ke-7 tahun sekaligus Hari Jadi Bogor Ke-535 tahun. Di usianya yang ketujuh ini, majelis Syababul Kheir atau yang dikenal Majelis SYAM telah berkembang pesat menjadi komunitas jamaah pecinta shalawat dan maulid nabi Muhammad SAW. Sejak awal pendirian majelis ini, jamaah selalu diberikan sajian motivasi dan hikmah ilmu dari guru mulia Al Habib Muhammad Mahdi bin Hamzah bin Alwi Assegaf tentang pentingnya memabaca shalawat kepada Nabi Muhammad sebagai manifestasi kecintaan kepada beliau SAW. Bermodalkan semangat dan untaian keberkahan dari para guru beliau, yaitu Habibana Zein bin Hasan Baharun serta didikan ayah tercinta Habibana Hamzah bin Alwi Assegaf, beliau (Habib Mahdi) curahkan segala tenaga, pikiran dan ilmunya untuk terus istiqamah membina majelis Syababul Kheir ini. 

Para Pengajar SYAM
               Hingga kini, Habib Mahdi bersama beberapa rekannya semasa di pondok pesantren (Ma’had Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan Jawa Timur), seperti Ustadz Ahmad Lutfi Al Batawie, SHI; Ustadz Zainal Arifin Assundawy, Ustadz Hasanuddin, S.Pd.I; dan Ustadz Nizar, telah melaksanakan apa yang dipesan oleh ayahanda beliau untuk terus membina majelis taklim ini. Setiap malam Ahad nya, tidak kurang dari sekitar 3.000-5000.an jamaah pemuda pamudi Islam dari wilayah Bogor Raya dan sekitarnyaa berkumpul dan bersholawat bersama di berbagai tempat yang terjadwal. Bahkan, sekarang Majelis SYAM ini telah memiliki komunitas pecinta shalawat yang dinamakan SYAM MANIA yang telah memiliki cabang dan ranting di seluruh wilayah Bogor dan sekitarnya seperti Bojonggede, Cibinong, Cilebut, Tanah Sareal, Karadenan, dan lain-lain. Bahkan komunitas ini memiliki perwakilan di berbagai daerah di Indonesia dan Luar Negeri. Komunitas ini diketuai oleh Ust Dede Malvina, seorang tokoh masyarakat muda yang juga lurah Bojonggede Kabupaten Bogor.
       Dengan perkembangan yang cukup pesat ini, diperkirakan acara Milad SYAM Ke-7 ini akan berlangsung meriah dan menjadi sebuah kebanggaan terutama bagi Kota dan Kabupaten Bogor yang tahun ini berusia 535 tahun. Adapun pemilihan nama acara menjadi “Jawa Barat Bershalawat 2017” ini tidak lain sebagai peningkatan mutu dan syiar acara karena pada even sebelumnya bernama “Bogor Raya Bershalawat 2016” di GOR Pajajaran Kota Bogor.
          Menurut Ade Quraisyin, salah satu kru dokumentasi Syam Mania, acara Jawa Barat Bershalawat 2017 ini akan dihadiri oleh para Syam Mania bukan hanya dari daerah Bogor saja. Banyak yang datang dari wilayah Tangerang, Jakarta dan juga Bekasi. Diharapkan juga daerah Jawa Barat lain seperti Sukabumi, Cianjur, hingga ke arah  Bandung (Parahyangan) insya Allah akan hadir. Bahkan, acara ini, menurut Ade, menjadi sorotan dan pusat perhatian pecinta shalawat dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Brunei, London, dan lain-lain.
Al Habib Rizieq Shihab
          Kendati demikian, pada awalnya, publik dan penyelenggara sempat dikagetkan dengan sorotan media-media tanah air terkait acara Jawa Barat Bershalawat ini. Karena beberapa media memberi keterangan info miring, seperti berita tentang akan ditundanya acara ini akibat ada kendala perizinan dari pihak aparat. Pasalnya, even ini akan dihadiri oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Hal ini memungkinkan akan berpengaruh pada suhu politik dan sosial di ibukota dan tanah air. Beberapa pengamat menilai, perjalanan dakwah HRS di manapun itu akan selalu jadi sorotan publik. Tidak terkecuali dalam Jawa Barat Bershalawat ini. Namun hal ini dapat ‘ditepis’ oleh rencana awal tujuan diadakannya Jawa Barat Bershalawat 2017 yang murni untuk syiar shalawat dan tasyakuran milad majelis taklim. Sehingga kehadiran Habib Rizieq pun memang kapasitasnya sebagai penceramah utama dan posisinya sebagai dewan pembina majelis. Setiap bulannya pun beliau bersafari dakwah di majelis Syam. Hal ini pun diperkuat dengan argumen dari Nanik Sudaryati, pegiat media sosial dan tokoh JMP, dalam akun facebooknya, yang menilai kehadiran HRS tidak terpengaruh oleh penolakan dari pihak manapun. Beliau akan tetap hadir.
      “HRS yang akan tampil di Bogor besok malam kabarnya mendapat penolakan yg didalangi pihak tertentu, meski demikian Habib Rizieq akan tetap datang. Diminta Laskar FPI Jakarta, Jabar dan Banten untuk hadir dan jaga umat Islam lainnya”, ujar Nanik.
Rute dan Peta Lokasi Acara
        Namun, insya Allah atas izin Allah dan keberkahan doa dari semua kalangan, acara ini akan tetap berlangsung sesuai rencana awal. Akan tetapi, yang sedianya akan diadakan di Lapangan Tegar Beriman Kompleks Pemkab Bogor, dengan berbagai pertimbangan, seperti padatnya jamaah yang akan hadir, maka akhirnya dipilihlah Stadion Pakansari Bogor sebagai tempat perhelatan acara ini. Bagi penyelenggara, terutama Habib Mahdi Assegaf, pemilihan stadion Pakansari adalah hadiah teristimewa buat seluruh kru, panitia dan jamaah Syam di manapun berada. Karena, lokasi stadion sangat strategis dan nama besar stadion yang berkapasitas sekitar 50.000 orang ini sudah terkenal di mana-mana bahkan telah diketahui publik mancanegara. Akan tetapi, demi keamanan dan kelestarian lingkungan sekitar stadion, penempatan acara ini terpusat di Area Pintu Utama Stadion, bukan di dalam stadion ataupun tribun penonton.
           Berdasarkan keterangan penyelenggara dan kru, seperti yang disampaikan oleh Sofwan Hadi dalam broadcastnya di WA dan media sosial lainnya, acara ini juga akan diisi oleh materi ceramah agama dari beberapa narasumber. Di antaranya, Habib Rizieq Shihab, Habib Segaf bin Hasan Baharun, Habib Luthfi bin Yahya, Ust. Yusuf Mansur, dan lain-lain. Yang pasti ditunggu-tunggu kehadirannya, tentu saja Habib Rizieq dan Habib Segaf Baharun selaku guru mulia dari Habibana Mahdi Assegaf.
         Selayaknya, bagi Anda para jamaah Majelis Syababul Kheir, SYAM Mania, dan juga seluruh umat Islam di Bogor Raya,  Jawa Barat, dan Se-Nusantara, pasti tidak akan melewatkan even akbar ini kan? ^_^. Yuk, kita datang ke Stadion Pakansari Bogor, besok Sabtu, 8 April 2017 pukul 19.30 Bada Isya s.d. Selesai. (Sa'ad AZ, 2017).
============================================

Jumat, 24 Juni 2016

BURDAH CINTAKU

“Burdah Cinta”
##
Apakah karena ingat kekasih yang berada di tangan Allah, kau cucurkan air mata bercampur darah?
Ataukah karena angin yang bertiup dari arah Kazimah ataukah karena teringat cahaya kilat dalam gelap malam di ujung lembah?
Kalau tidak, mengapa kedua matamu tetap mengalir yang mestinya kau mampu menahannya dan kenapa hatimu tetap gundah padahal kau mampu menentramkannya?
Adakah orang yang sedang kasmaran menyangka bisa merahasiakan rasa cinta? Sedangkan airmatanya bercucuran dan hati masih terbakar api cinta?
Kalau tiada rasa cinta, tentulah kau tak akan mencucurkan air mata saat teringat puing-puing rumah kekasih dan tidak akan terjaga sepanjang malam saat teringat pepohonan dan rumput-rumput di tempat kekasih
Kenapa kau masih malu akan cintamu, padahal kejujuran air mata, sakit-sakitan  adalah menjadi saksi atas cintamu?
Rasa susah menetapkan dua garis  yang terletak di kedua pipimu yang kuning pucat karena sakit dan mata merahmu yang selalu menangis mencucurkan air mata (itu adalah bukti cintamu)
Iya ... orang yang aku rindukan tiap malam, bayangannya nampak di depan mataku yang membuatku tak bisa tidur , memang sakitnya cinta itu menghalangi kenikmatan
Maafku untukmu wahai para pencela gelora cintaku, seandainya kau bersikap adil tak kan kau cela aku
Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku, padahal tidak juga kunjung sembuh penyakitku
Begitu tulus nasihatmu tapi tak ku dengar semuanya karena untuk para penghalang cinta, sang pencinta itu tuli telinganya
Atau kukira kurus tubuhku pun turut mencelaku, padahal tubuh kurusku pastilah tulus mengingatkan aku
Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan, sebab tak tak mau tahu peringatan tubuh kurus dan sakit-sakitan
Tidak pula siap dengan amal baik untuk menjamu, sang tubuh kurus yang bertamu di jasadku tanpa malu-malu
Jika kutahu aku tak menghormati kurus di tubuhku bertamu, kan kusembunyikan dengan baju-baju tebal demi merahasiakan kekurusanku
Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan, sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang?
Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat, sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap
Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu, bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu
Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa, jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela
Gembalakan ia, ia bagai ternak dalam amal budi, janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai
Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan, tanpa ia tahu racun justru ada dalam kelezatan makanan
Takutlah akan tipu daya dalam lapar  dan kenyang, sering kali rasa lapar lebih baruk dari pada kekenyangan
Cucurkanlah air matamu karena melihat segala yang haram, peliharalah selalu rasa penyesalan yang mendalam
Lawanlah hawa nafsu dan setan, durhakailah, bila mereka tulus menasehatimu, curigailah....
Jangan kau taati mereka sebagai musuh atau kawan, karena kau tahu bagaimana tipu daya musuh dan kawan
Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa kuperbuat, kusamakan itu dengan anak kecil yang nakal dan seenaknya berbuat
Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang sebenarnya tak kulakukan, tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau melakukan
Karena aku pun masih tiada punya tiang untuk kupegang... Seraya berharap kita mampu membelahnya sekadar menancapkan rumah dan tangga yang selalu terbayang...


SAZ
Juni 2016

tersadur dari goresan tinta Sang Imam Al-Busyiri

 

Minggu, 28 April 2013

Ustadz Jefry dan Hikmah Takdir Kematian


 
     Fajar di hari Jumat, 26 April 2013 adalah saat yang penuh hikmah dan berkah, di mana hari itu telah wafat da’i muda yang inspiratif, muballigh muda yang energik, ustadz muda yang rendah hati, yaitu Al-Marhum Ustadz Jefry Al-Bukhary. Cara Allah menjemputnya bukanlah jadi perkara, namun takdir-Nya nan penuh hikmahlah yang mesti ditenggara.

      Wallahi... kalau mau mengakui, sedih rasanya selama ini bila melihat beliau dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, terutama oleh para pembenci da’i selebriti yang menganggap bahwa da’i selebriti hanya memanfaatkan popularitas untuk eksploitasi dakwah dan ajang meraup berkah. Padahal, kalau memperhatikan bagaimana kisah hidupnya, kisah dakwahnya, dan kisah wafatnya, Allahu yarham, sungguh membuat hati sedih dan terharu dicampur bangga serta penuh sesal karena belum sempat bertemu dengan beliau.
     Apalagi bila membaca tulisan di akun twitter beliau sebulan sebelum kematiannya, betapa kita akan tergugah untuk mengakui bahwa kita memang harus bertaubat sebelum ajal menghampiri kita tanpa diketahui kapan datangnya.
 “Semua pasti akan menemui yang namanya titik jenuh. Dan pada saat itu, kembali adalah yang terbaik. Kembali pada siapa?? Kepada ‘DIA’ yang pastinya. Bismika Allahumma ahya wa amuut “.  
     Empat puluh tahun, adalah angka terbaik yang Allah pilih untuk mengisi umur dan usia sang ‘Ustadz Gaul’ ini. Dari 12 April 1973 hingga 26 April 2013. Takdir kematian yang semuda, se-‘mendadak’ dan secepat itu dia rasakan, sementara jutaan ummat sangat mencintai dan masih ingin menggali rahasia nasihat-nasihatnya, adalah bagian dari bukti betapa suami Teh Pipik bukanlah ‘orang biasa’. Puluhan ribu jamaah Masjid Istiqlal Jakarta adalah saksinya. Siang itu, bakda shalat Jumat, jenazah Ustadz Jefry Al-Bukhary dishalatkan oleh seluruh jama’ah masjid negara itu. Sebelumnya, firasat kepergiannya pun sempat tercium oleh rekan dekatnya, Ustadz Soleh Mahmud yang pernah dihadiahi cincin dan peci pada suatu hari. Setelah mengisi ceramah di sebuah tempat, Uje mewasiatkan kepada Ustadz Soleh untuk segera meneruskan tugas dakwahnya itu. Hal ini melahirkan firasat yang tak baik buat Ustadz Soleh. Tidak lama kemudian, di bulan April 2013, Uje benar-benar telah tiada.
     Di antara deretan da’i muda di Indonesia, beliau adalah salah satu pewaris ‘gaya’ campuran semua da’i. Hampir semua sahabatnya, terutama sesama da’i selebriti, –secara tak langsung- mengakui hal itu. Gaya retoriknya terinspirasi dari KH Zainuddin MZ sang da’i sejuta ummat. Kekhasan gaya gaul-nya mengingatkan kita pada sosok Habib Metal dan Ustadz Alwi Assegaf Muysrif Al-Busyro. Kerendah-hatiannya merupakan lukisan dari kepribadian para muballigh kharismatik Indonesia sekaliber KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), KH Arifin Ilham, Syeikh Ali Jaber dan lain-lain. Kerendah-hatian lelaki yang akrab disapa Uje ini tercermin dalam kalimat khas dalam pendahuluan ceramahnya; “Hadirin yang mulia. Mohon maaf, punteun, yang berbicara ini tidak lebih baik dari yang mendengarkan” (hingga diulang 3 kali).
        Meski pernah singgah di dalam dunia narkoba dan pergaulan bebas, Uje sang ustadz pecinta moge ini akhirnya ‘berhasil’ kembali pada fitrah terbaiknya sebagai muslim sejati yang berusaha menjadi khairun-naas. Dalam suatu majelis ilmu, dengan mengutip kisah hidupnya sebagai ‘ibrah, Uje mengatakan bahwa setiap muslim sebenarnya laksana emas yang berharga.  Emas, di mana pun berada, tetaplah emas, meski harus ‘kecebur’ di dalam got. Apabila emas itu kita ambil lalu dicuci, maka kembalilah dia bersih dan berkilau. Seperti itulah umpama muslim sejati. Seberapa pun dosa dan khilaf yang dia perbuat, akan kembali bersih bila benar-benar mau bertaubat.
       Terlepas dari semua latar belakang riwayat hidupnya yang sempat pernah nyleneh, namun Uje tetaplah Uje. Dialah muballigh muda sang penebar nasihat dan hikmah. Salah satu isi ceramahnya yang terakhir di acara Damai Indonesiaku - TV One, menuntunku menggores inspirasi ini:
     “Hikmah dari beriman kepada takdir Allah  adalah; Pertama, agar tidak berputus asa karena mendapat cobaan dan musibah. Kedua, agar tidak sombong karena mendapat nikmat dan anugerah. Dan, mati adalah takdir Allah yang tak bisa dirubah”.
        Selamat jalan, Uje.. Jejak langkahmu dalam dakwah adalah mutiara yang tak mungkin punah. :’) Allahummagfir lahu war hamhu wa ‘afihi wa’fu anhu. Aamiin. 
 
SAZ, April 2013