Rabu, 25 Mei 2011

Puisi Nazik Al Malaika : "Aku" (Terjemahan Puisi berjudul "أنا" )

AKU
~ Nazik Al Malaikah

Malam bertanya siapa aku
Aku rahasianya yang penuh gundah nan kelam
Aku kebisuannya yang penuh pemberontakan
Kuselimuti hakekat diriku dengan ketenangan
Dan kusulut hatiku dengan keraguan
Aku pun menetap di sini dengan kesuraman
Aku menerawang sementara abad-abad bertanya padaku
Siapa aku?

Angin bertanya siapa aku
Aku ruhnya yang kebingungan diingkari zaman
Aku seperti dia tak pernah diam
Terus mengembara tak ada ujungnya
Terus melangkah tak ada hentinya
Tatkala kami sampai di tikungan
Kami akan mengira itu akhir penderitaan
Maka tak lain itu hanyalah sebuah kekosongan

Zaman bertanya siapa aku
Aku seperti dia, raksasa yang memeluk abad-abad
Dan kembali membangkitkannya
Aku menciptakan masa lalu yang silam
Dari pesona harapan yang menawan
Dan kembali menguburkannya
Agar dapat kujadikan tuk diriku hari kemarin yang baru
Dengan hari esoknya yang beku

Aku bertanya siapa aku
Aku seperti dia bingung menatap dalam kegelapan
Tak ada sesuatupun yang memberiku ketenangan
Aku terus bertanya dan jawabnya
Senantiasa diselubungi oleh fatamorgana
Aku terus mengira jawaban itu datang begitu dekat
Tetapi ketika kuraih, ia telah lumat
Hilang dan lenyap.

(1948)


Selasa, 24 Mei 2011

Hasrat untuk Mengubah Diri


Ketika aku masih muda serta bebas berpikir dengan khayalanku
Aku bermimpi untuk mengubah dunia
Seiring bertambahnya usia dan kearifanku
Kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah
Maka cita-cita itu pun aku persempit
Dan aku putuskan untuk hanya mengubah negeriku saja
Namun tampaknya itu pun tak membuahkan hasil
Saat usia senja mulai kujelang
Lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan
Kuputuskan untuk mengubah hanya keluargaku
Orang-orang yang paling terdekat denganku
Namun ......
Alangkah terkejutnya aku
Mereka pun tak kunjung berubah

Dan kini .....
Sementara aku berbaring di tempat tidur
Menjelang kematianku
Baru kusadari
Andai kata yang pertama-tama yang ku ubah dulu adalah diriku sendiri
Maka lewat memberi  contoh sebagai seorang panutan
Mungkin keluargaku bisa ku ubah
Dan berkat inspirasi dan dorongan mereka
Aku mampu mengubah negeriku
Dan siapa tahu bahkan aku juga
Bisa mengubah dunia

(Diambil dari renungan Diklat OPA 2007-2008 SMA Plus Cisarua, Bandung, 10 November 2007)

Makna Mencintai karena Allah

 Bahwa puncak cinta kita hanyalah kepada Allah. Semua yang kita cintai (siapa atau apapun) hanyalah mengikuti kecintaan kita kepada-Nya.  Semakin mereka (yang kita cintai) dekat kepada-Nya, semakin cintalah kita kepada mereka. Sebaliknya, semakin jauh mereka kepada Allah, semakin berkuranglah cinta kita pada mereka.        
[Surat untuk Kekasih, 2005]